Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

****

Menatap pagi.....
Secerah sinarnya yang hangat.....
Beri ku kekuatan tuk jalani hari.....
semangat yang membuat ku melupakan gelapnya malam .....
Dengan sinarnya aku berharap sinarnya kan berikan ku secercah harapan.....
Harapan tuk bisa slalu menatap sinarnya....
Walau tak ada yang abadi, tapi aq yakin sinarnya kan slalu sinari pagi ku.....


Meski sinarnya bukan di tujukan hanya tuk ku seorang......
Karena sinarnya menyinari semua orang....
Semua orang juga inginkan sinarnya....
ku kan berusaha tuk jadi yang pertama mendapatkan sinarnya.....
Walupun tak mungkin.....
Tapi hanya dengan sinarnya ku dapat mengawali hariku.....
Dengan sinarnya ku bisa merasa hangat....
Dengan sinarnya ku bisa .......

Senin, 12 Juli 2010

Hmmm. . . . . .

mungkinkah. . .
memahami tanpa menjelaskan. . .
bicara tanpa terucap. . .
Tahu tanpa haruz diceritakan. . .


Terkadang . . .
Bicara bukan tuk didengar. . .
Mendegar bukan tuk di rasa. . .
Merasa bukan tuk difikir. . .
Memikir bukan tuk ku bayangkan. . .

Tak semua tindakan berdasarkan logika. . . . .
Karena Terkadang tindakan berdasarkan hati yg tulus . . . . .
Yang terjadi karena refleks sentuhan dihati. . .

Hmmm. . .Hanya sebuah impian aku rasa tak mungkin ada di dunia ini. . .

Senin, 14 Juni 2010

KU. . . . . 15-06-2010

Berjalan ku terhenti. . . . .
Terhenti ku terdiam. . . . .
Terdiam ku berfikir. . . . .
Berfikir ku terbayang. . . . .
Terbayang ku tersadar. . . . .
Tersadar ku beranjak. . . . .
Beranjak ku berlari. . . . .
Berlari ku menjauh. . . . .
Menjauh ku menghilang. . . . .
Menghilang ku pun lenyap.


Bermimpi ku bahagia. . . . .
Bahagia ku terhenti. . . . .
Terhenti ku tersadar. . . . .
Tersadar ku terbangun. . . . .
Terbangun ku berfikir. . . . .
Berfikir ku tak percaya. . . . .
Tak percaya ku ternyata. . . . .
Tenyata ku bermimpi. . . . .


Termenung ku berfikir. . . . .
Berfikir ku terbayang. . . . .
Terbayang ku terhanyut. . . . .
Terhanyut ku tersadar. . . . .
Tersadar ku terucap. . . . .
Terucap ku merasa. . . . .
Merasa ku bercermin. . . . .
Bercermin ku melihat. . . . .
Melihat ku tertawa. . . . .
Tertawa ku kebenaran. . . . .
Kebenaran ku terbukti. . . . .
Terbukti ku berharap. . . . .
Berharap ku terbiasa. . . . .
Terbiasa ku jalani . . . . .
Jalani ku berhati-hati. . . . .
Berhati-hati ku melangkah. . . . .
Melangkah ku meyakini. . . . .
Meyakini ku berdoa. . . . .
Berdoa ku semoga. . . . .

Minggu, 13 Juni 2010

Setengah-setengah. . . . . . 14-06-2010


Aku rasa setengah. . . . .
Aku melihat setengah. . . . .
Aku merasa dia setengah dengan aku. . . . .


Mengapa semuanya setengah. . . . .
Apa sebabnya semuanya menjadi setengah. . . . .
Sampai kapan semuanya setengah. . . . .


Haruskah hatimu jadi setengah. . . . .
Mengapa size yang ada di hatimu tak kau tambah setengah. . . . .
Dan tak bisa kah hati yang setengah kau tambahkan sedikit saja agar tak setengah. . . . .
Mungkin aku tak boleh memaksa. . . . . .
Mungkin karena hanya aku yang merasa. . . . .
Atau karena aku yang semua ini jadi setengah. . . . .


Setengah. . . . .
Jika benar semua setengah . . . .
Haruskah aku jalani dengan setengah juga. . . . .
Sampai kapan semua ini setengah. . . . . .
Aku benci setengah. . . . . .
Aku mau kau tak setengah. . . . . .

Biasa


Senin biasa, Pagi biasa, suasana biasa. . . . .


Senin biasa Dengan cuaca yang tak biasany dingin, dingin yang di sebabkan penghuni kelas yang sangat sedikit, tak sebanding dengan jumlah ac yang ada, sehingga membuatku yang biasa menjadi tak biasa. . . . .


Pagi biasa dengan Dosen yang tak biasa berbicara dengan contoh-contoh yang umum tapi menurut sudut pandang dia, tapi menurut aku itu semua adalah contoh-contoh yang tak umum karena aku belum biasa. Adai saja aku terbiasa, dengan semua hal Yang biasa!.


Suasana yang tak biasa, Tapi aku harus terbiasa, begitu banyak tugas tak biasa yang menumpuk dan harus di kerjakan, haruskah aku membiasakan dengan semua ini, aku masih biasa, belum terbiasa, ingin membiasakan.!.


Semua yang biasa. . . . .Aku mau terbiasa dengan semua ini, tapi aku mau semuanya tak biasa. . . . .